DPRD Banjarmasin Sambut Absen Sidik Jari PNS


Banjarmasin – Inilah.Com“Kita menyambut baik dengan upaya kedisiplinan PNS yang dilakukan Pemkot Banjarmasin. Absensi sidik jari bagi saya sangat positif,” ucap Wakil Ketua Komisi I DPRD Banjarmasin Agus Arie Sandy kepada wartawan MK, Minggu (11/12).

Menurutnya, jika melihat dari aturan jam kerja PNS, maka bisa dilihat PNS harus masuk kerja pada pukul 07.00 Wita dan baru pulang pada pukul 16.00 Wita.

“Tapi kenyataan di lapangan, ada saja PNS yang pulang pada pukul 13.00 atau 14.00. sebenarnya, inikan menyalahi aturan,” tegasnya.
“Lihat saja apel pulang di Pemkot Banjarmasin, pasti banyak yang tidak ikut. Termasuk di kecamatan dan kelurahan, padahal ini berkaitan dengan pelayanan masyarakat,” jelasnya.

Agus menuturkan, dengan adanya absensi menggunakan sidik jari, diharapkan paradigma lama mengenai jam bekerja PNS yang terkesan kurang disiplin bisa diubah.

“Saya harap ini bisa menjadi langkah awal reformasi birokrasi di Pemkot Banjarmasin,” katanya.

Namun, menurutnya, kalau hanya masalah absensi, tentu masih belum cukup. “Absensi hanya bagian kecil dari kedisiplinan PNS. Ini bisa dimanipulasi, yang pasti kita kita inginkan niat yang baik dari pejabat di Pemkot Banjarmasin untuk memperbaiki mental PNS dalam memberikan pelayanan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, saat ini pelayanan yang diberikan Pemkot bagi masyarakat memang cukup baik. Namun, pastinya masih banyak hal yang harus diperbaiki.

“Tugas abdi negara adalah pelayan bagi masyarakat. Makanya, ini harus menjadi perhatian, termasuk kedisiplinan dalam menjalankan tugas,” pungkasnya.

Tahun depan, PNS di lingkungan Pemkot Banjarmasin tak bisa lagi masuk seenaknya. Pasalnya, pemkot akan menerapkan absensi sidik jari guna mencegah para abdi negara yang malas datang ke kantor.

“Absensi menggunakan sidik jari segera kita sosialisasikan kepada seluruh PNS di lingkungan Pemkot. Insya Allah Januari nanti sudah siap digunakan,” tegas Kabag Humas Pemkot Banjarmasin Kurnadi.

Ia mengungkapkan, nantinya seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) serta kecamatan akan menggunakan absensi sidik jari.

“Total ada 61 alat absensi sidik jari yang kita gunakan. Namun, untuk kelurahan masih belum,” ucapnya.

Untuk memperlancar proses penggunaan absensi sidik jari, maka Senin (12/12), Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banjarmasin akan melaksanakan sosialisasi dan pelatihan penggunakan mesin absensi.

“Nanti semua dinas maupun kecamatan akan mengirimkan satu orang wakil untuk diberi pengetahuan penggunaan mesin absen. Lalu, ia nantinya akan membagi ilmunya ke dinas atau kecamatannya masing-masing,” terangnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s