SMPN 4 Berlakukan Sistem Absensi Sidik Jari dan Manual


BALIKPAPAN- BalikpapanPos – Kebijakan pemotongan tunjangan gaji guru yang mulai diberlakukan Pemkot Balikpapan, 1 November 2011 ini, merupakan langkah baik. Namun ternyata, SMPN 4 sudah duluan memperketat disiplin para guru bahkan sistem yang digunakan patut untuk ditiru.

“Kami telah memberlakukan absen sidik jari dan absen manual di bawah pengawasan langsung kepala sekolah. Hal itu sangat penting mengingat keberadaan guru di sekolah sebanyak 37,5 jam/minggu,” kata Kepala SMPN 4, Achmad Mursyid M.Pd kepada Balikpapan Pos saat ditemui di Klandasan, Kamis (27/10).

Dijelaskannya, sesuai dengan PP 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai bahwa guru mesti berada di sekolah sebanyak 37,5 jam/ minggu. Kurang dari itu maka tunjangan kerjanya bisa dipotong. Memang untuk tugas mengajarnya si guru sebanyak 24 jam/ minggu, tetapi di luar tugas mengajar ada tugas lain yang harus dikerjakan oleh guru seperti menyiapkan silabus, materi pegajaran dan lainnya. Karena itu tidak dibolehkan guru meninggalkan sekolah saat jam belajar berlangsung. “Karena itulah kami menerapkan 2 model absen,” ujar mantan Kepala SMPN 3 ini.

Mursyid yang pernah menggondol kepala sekolah (kepsek) berprestasi tingkat nasional ini menyampaikan bahwa penerapan absen sidik jari saja tidak cukup. Pasalnya, bisa jadi si guru absen sesuai dengan jam yang ditentukan, lalu setelah melakukan absen keluar sekolah barulah setelah mendekati jam pulang muncul di sekolah dan melakukan absen sidik jari.

“Karena itulah untuk menghindari pelanggaran ini dilengkapi pula dengan absen manual supaya si guru bisa dipantau keberadaannya di sekolah oleh pengawas dan kepala sekolah,” papar dia sembari menandaskan sejak diberlakukannya absen sidik jari dan manual kedisiplinan guru di SMPN 4 mengalami peningkatan.

Selain absensi, ia menambahkan, yang terpenting adalah keteladanan dari seorang kepsek. Kalau kepseknya sering molor dan melanggar maka akan menjadi contoh bagi gurunya dan mereka pun akan mengikuti apa yang dilakukan oleh pimpinan sekolah.


“Tetapi kalau kepsek memegang disiplin dan peraturan yang diberlakukan maka guru pun akan segan untuk melakukan pelanggaran,” pungkas dia.(are)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s