Abensi PNS Diperketat



BALIKPAPAN-BALIKPAPANPOS – Selama Ramadan nanti, para pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkot Balikpapan, akan mengikuti jadwal kerja baru. Hal ini sesuai dengan edaran Gubernur Kaltim Nomor : 061.2/6293/Org tanggal 11 Juli 2011. Berdasarkan aturan, jam kerja PNS cenderung lebih cepat. Kendati demikan, pemkot tidak tinggal diam jika ada pegawainya yang masih nekat melanggar ketentuan. “Dalam edaran sudah jelas kapan masuk dan pulang kerja. Kalau ada yang melanggar akan ditindak tegas, abesensi di ruang kerja instansi masing-masing tetap diperketat,” ujar Kabag Humas Pemkot, Aji Muhammad Sofyan.

Dalam aturannya, Senin hingga Kamis, pegawai masuk pukul 08.00 hingga 15.00 Wita. Artinya, ada pengurangan jam kerja sekitar 1,5 jam. Sementara khusus Jumat, jam kerja mulai pukul 08.00 hingga 11.00 Wita.

Penyesuaian ini sama seperti tahun sebelumnya, dan sejumlah kegiatan rutin seperti apel pagi ditiadakan selama Ramadan. Sementara program rutin Safari Ramadan ke tiap kelurahan tetap dilaksanakan.

“Semua ini dilaksanakan guna tetap menjaga kualitas pelayanan publik yang diberikan pemerintah utamanya di unit-unit pelayanan yang langsung bersentuhan dengan publik,” ujarnya.

Hal lain, yakni kegiatan hari besar nasional yang ada selama Agustus, akan disesuaikan dengan kondisi yang ada. “Nah, untuk unit-unit SKPD pelayanan publik, untuk penyesuaian jam kerja stafnya disesuaikan dengan kebutuhan. Artinya, ada kebebasan jam kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan publik. Yang penting, jangan sampai masyarakat terugikan,” terangnya.

Unit pelayanan publik dimaksud, seperti kelurahan, kecamatan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dan lainnya yang berhubungan dengan urusan pelayanan administrasi kependudukan serta perizinan.

Lantas bagaimana bila ada PNS atau staf dari sebuah SKPD yang tak mematuhi penyesuaian jam kerja tersebut ?

“Kita kan telah menggunakan absen, baik manual tandatangan atau finger print (sidik jari, red). Maka sedikit saja ia telat akan tercatat pada lembaran absennya. Dan, secara otomatis akan diberi sanksi pengurangan besaran TTP (Tunjangan Tambahan Penghasilan, red) ,” jelasnya.

Bila tingkat kesalahan lebih tinggi lagi, seperti telat berulang kali atau tidak masuk kerja secara berturut-turut maka seorang PNS akan dikenakan sanksi sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS.

“Sanksinya tegas sekali, jadi semua sudah jelas mekanisme aturannya,” pungkas Sofyan.(die)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s